Selasa, 20 Oktober 2015
Maulid Habsyi - KH M Zaini Abdul Ghani (Guru Ijai) dan Habib Anis bin Alwi al Habsyi part 1
https://www.youtube.com/watch?v=uRBuGxDpd98
Kamis, 17 September 2015
Basmalah bukanlah bagian dari Al Fatihah
Basmalah bukanlah
bagian dari Al Fatihah
Penjelasan oleh
Fadhilatusysyaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullahuta’ala.
Basmalah bukanlah bagian dari Al
Fatihah. Akan tetapi ayat yang berdiri sendiri dimana basmalah sebagai pembuka
setiap surat kecuali surat Barooah (At Taubah). Dalam surat tersebut tidak ada
basmalah karena ijtihad dari para sabahat. Akan tetapi perlu digaris bawah
bahwa ijtihad para sahabat ini tidak diragukan lagi ijtihad yang berdasarkan
dalil syari’at (tauqiif). Karena kita semua mengetahui kalau
seandainya terdapat basmalah antara surat Al Anfal dengan surat Barooah (surat
At-Taubah) maka tentu basmalah tersebut tetap ada. Karena Allah Ta’ala
berfirman,
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا
الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
“Sesungguhnya kamilah yang
menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami pulalah yang akan menjaganya.” (QS. Al
Hajr: 9)
Tatkala basmalah tersebut tidak
terdapat di permulaan surat Barooah maka jelaslah bahwa ijtihad para sahabat
tersebut sesuai dengan kenyataan.
Diantara dalil yang menunjukkan
bahwa basmalah bukan bagian dari Al Fatihah adalah hadits shahih, dari Abu
Hurairah radhiallahu’anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda,
قَالَ اللهُ تَعَالَى
: قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا
قَالَ الْعَبْدُ : {الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ } قَالَ
اللهُ تَعَالَى : حَمِدَنِي عَبْدِي
“Allah Ta’ala berfirman, ‘
Aku membagi amalan shalat antara Aku dengan hambaKu dua bagian. Ketika hambaku
berkata,’Alhamdulillahi robbil’aalamiin’. Allah Ta’ala berkata, ‘ Hambaku telah
memujiKu.’” ( Hadits riwayat Muslim di Kitab Shalat bab Wajibnya membaca
Al Fatihah ditiap raka’at (395) dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu)
Bila ada yang berkata: Jika
basmalah itu bukan bagian dari Al- Fatihah sementara diketahui bahwa surat
Al-Fatihah itu ada 7ayat lalu bagaimana tujuh ayat dalam Fatihah tersebut
dibagi dengan meniadakan basmalah?
Jawab: Al-Fatihah dibagi
sebagaimana rincian berikut ini:
Alhamdulillahi
robbil’aalamin –ayat pertama
Arrohmaanirrohiim –ayat
kedua
Maalikiyaumiddin-ayat
ketiga
Iyyakana’budu waiyyaka
nasta’iin –ayat keempat
Ihdinashshirootholmustaqiim
–ayat kelima
Sirootholladzinaan’amta
‘ailaihim –ayat keenam
Ghairilmaghduubi’alaihim
waladhdhoollliin –ayat ketujuh
Pembagian ini sesuai dengan
kandungan makna dan lafadz.
Adapun kesesuaian pembagian ini
dengan lafadz: karena jika kita bagi al fatihah dengan metode ini maka ayat
satu dengan yang lain lebih seimbang dan berdekatan.
Akan tetapi jika kita bagi:
Ihdinashshirootholmustaqiim-
ayat keenam
Sirootholladzinaan’amta
‘alaihim Ghairilmaghduubi’alaihim waladhdhoollliin –ayat ketujuh
Maka ayat ketujuh ini akan
menjadi sangat panjang dan tidak seimbang dengan ayat sebelumnya. Inilah yang
dimaskud dengan kesesuaian lafadz
Adapun yang dimaksud dengan
kesesuain maknawi:
Sungguh Allah Ta’ala telah
berfirman (dalam hadits qudsi), “Aku membagi sholat antara Aku dg hambaKu
menjadi dua bagian. Untuk hambaku apa yang ia minta. Jika ia berkata, ‘Alhamdulillahirobbil’aalamiin’
Allah Ta’ala berkata, ‘hambaku telah memujiku’ jika ia berkata, ‘arrohmaanirrohiim’
Allah Ta’ala menjawab, ‘Hambaku telah menyanjungKu’ Bila ia berkata ,’maalikiyaumiddiin’
Allah Ta’ala menjawab, ‘Hambaku telah memuliakanKu’”. Maka ketiga ayat
ini semuanya untuk Allah.
Lalu jika hamba tersebut
berkata, ‘iyyakana’budu waiyyaka nasta’iin’ maka Allah Ta’ala
berkata, ‘ini antara diriKu dan hambaKu dan untuk hambaKu apa yang ia minta’
Dengan demikian ayat ‘iyyaka
na’budu waiyyaka nasta’iin’ menjadi yang keempat.
Adapun yang kelima, keenam dan
yang ketujuh
Ihdinashshirootholmustaqiim.
Sirootholladzinaan’amta ‘alaihim Ghairilmaghduubi’alaihim waladhdhoollliin
Sehingga ketiga ayat yang
pertama adalah untuk Allah. Adapun ketiga ayat yang terakhir adalah untuk
hamba. Sementara ayat ‘iyyakana’budu waiyyaka nasta’iin’ adalah ayat
pertengahan antara hamba dengan Rabbnya.
Jika ada yang berkata lagi,
“Jika engkau mengatakan seperti itu lalu bagaimana jawaban tentang apa yang
kita temui di mushhaf bahwa ayat pertama disurat Al-Fatihah adalah basmalah?”
Jawab: penomoran ayat ini
didasarkan pada pendapat sebagian ulama yang mengatakan bahwa basmalah adalah
bagian dari surat Al-Fatihah. Oleh karena itu di surat lainnya basmalah tidak
dihitung bagian dari surat dan juga tidak diberi nomor ayat. Dan pendapat yang
benar, basmalah bukanlah bagian dari surat Al-Fatihah maupun surat-surat
lainnya. Akan tetapi ia adalah ayat yang berdiri sendiri.
Jika ada yang berkata lagi, ‘
Engkau katakan basmalah adalah ayat yang berdiri sendiri. Sementara kami dapati
dalam Al-Qur’an ayat basmalah terdapat dalam satu ayat. Sebagaimana Firman
Allah Ta’ala,
إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
“Sesungguhnya (surat) itu
dari Sulaiman. Yang isinya, ‘Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang’“(QS. An Naml: 30)
Kita jawab: Ayat ini sekedar
menceritakan dan mengkhabarkan tentang surat yang berasal dari Sulaiman. Dan
orang yang membaca ayat ini tidak akan berpikiran bahwa ia akan memulai suatu
muqoddimah dengan basmalah ini. Akan tetapi basmalah dalam ayat tersebut adalah
muqoddimah kitab yang ditulis Sulaiman ‘alaihissalam dan Allah
menukilkannya untuk kita. Dan ini bukanlah termasuk perkara yang sedang kita
bicarakan.
***Muslimah.Or.Id
Sumber: Asysyarhul Mumti’ ‘ala Zaadil Mustaqni’ (3/77), Muassasah Aasam Riyadh.
Diterjemahkan oleh Tim Penerjemah Muslimah.or.id
CARA MENGHITUNG TINGKAT PERTUMBUHAN EKONOMI
CARA
MENGHITUNG TINGKAT PERTUMBUHAN
Perhitungan
pendapatan nasional secara ini memungkinkan tingkat pertumbuhan ekonomi secara
langsung di hitung dari data pendapatan nasional rill yang tersedia. Formula
yang akan digunakan untuk menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi ialah :
g = (PN rill1- PN rill 0)/(PN rill0 )
g = (PN rill1- PN rill 0)/(PN rill0 )
dimana
g = tingkat pertumbuhan ekonomi
PNriil1 = pendapatan nasional untuk tahun dimana tingkat pertumbuhan ekonominya
dihitung.
PNriil0 = pendapatan nasional pada tahun berikutnya
untuk menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi perhitungan harus dilakukan dengan dua cara yaitu :
PNrilla = 100/HIa x PN masa ini
untuk menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi perhitungan harus dilakukan dengan dua cara yaitu :
PNrilla = 100/HIa x PN masa ini
dimana
HIa = indeks harga atau pendeflasi pendapatan nasional (GNP deflator )
PN = pendapatan nasional
contoh soal :
contoh soal :
Pada
tahun 2007 pendapatan nasional rill adalah Rp 150,2 triliun sedangkan pada
tahun 2008 nilai nya telah meningkatkan kepada Rp 158,8 triliun. Dengan
demikian tingkat pertumbuhan yang dicapai Negara itu adalah :
g2007 = (158,8-150,2 )/150,2 x 100 = 5.7 persen
g2007 = (158,8-150,2 )/150,2 x 100 = 5.7 persen
contoh soal :
pada tahun 2002 produk domestic bruto menurut harga yang berlaku Rp 198,4 triliun dan pada tahun 2003 nilainya telah menjadi Rp 224,7 triliun, indeks harga tahun 2002 adalah 152 dan dalam tahun 2003 harganya 160 . dengan data seperti terlebih dahulu harus dihitung pendapatan nasional rill tahun 2003, yaitu :
PN – rill2003 = 152/160 x Rp 224,7 triliun = 213,4 triliun
Dengan demikian sekarang kita telah dapat menghitung tingkat ekonomi pada tahun 2003 :
Tingkat pertumbuhan eko
Konsep
pendapatan nasional
-
PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
PNB
adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu
Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang
dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar
negeri.
Rumus
GNP
= GDP – Produk netto terhadap luar negeri
-
NNP (Net National Product)
NNP
adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode
tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
Rumus
:
NNP
= GNP – Penyusutan
-
NNI (Net National Income)
NNI
adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah
dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
Rumus
:
NNI
= NNP – Pajak tidak langsung
-
PI (Personal Income)
PI
adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar
sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran
asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer
payment.
Rumus
:
PI
= (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan
social + Pajak perseorangan )
-
DI (Disposible Income)
DI
adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh
penerimanya.
Rumus
:
DI
= PI – Pajak langsung
Perhitungan
Pendapatan Nasional
a.
Metode Produksi
Pendapatan
nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang
dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
Y
= [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]
b.
Metode Pendapatan
Pendapatan
nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage,
interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu
negara selama satu periode.
Y
= r + w + i + p
c.
Metode Pengeluaran
Pendapatan
nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh
seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara
selama satu tahun.
Y
= C + I + G + (X – M)
nomi = (213,4-198,4)/198,4 x 100 = 7,5
persen
" Cincin taat Nabi Sulaiman "
CINCIN NABI SULAIMAN
"
Cincin taat Nabi Sulaiman "
Wahab
bin Munabih mengatakan bahwa cincin Nabi Sulaiman dikenal dengan nama "
Cincin taat Nabi Sulaiman " yang di ciptakan Allah
dari cahaya yang bersinar sangat terang yang cahayanya mengalahkan setiap
cahaya berasal dari langit yang memiliki empat sisi diantara sisinya tertulis
kata " Laa ilaha ilallah Wahdahu laa syarikalahu Muhammadan abduhu wa
rasuluhu " Artinya : Tidak ada Tuhan selain Allah tidak ada sekutu
baginya, Muhammad adalah hamba dan rasulnya.
Pada sisi kedua tertulis " Allahumma malikal mulki tu'til mulka man tasya wa tanzi'ul mulka man tasya wa tu'izu man tasya wa tuzilu man tasya " Wahai Allah raja yang memiliki kerajaan, engkau berikan kekuasaan kepada yang engkau kehendaki dan engkau hinakan orang yang engkau kehendaki " Pada sisi ketiga tertulis " Kullu syai'in haalikun illallah " Artinya : Segala sesuatu akan musnah kecuali Allah. .
Dan pada sisi keempat tertulis " Tabarokta ilahiy laa syariika laka " Artinya : Maha suci engkau wahai Tuahanku yang tidak ada sekutu bagimu. Cincin tersebut memiliki cahaya yang bersinar yang apabila dikenakan maka akan berkumpul para jin, manusia, burung, angin, setan dan awan.di mana angin sebagai kendaraannya, Manusian dan Jin sebagai bala tentaranya, Burung sebagai pembantu dan teman bicaranya , Binatang buas sebagai pekerjanya, dan para Malaikat sebagai utusannya.
Pada sisi kedua tertulis " Allahumma malikal mulki tu'til mulka man tasya wa tanzi'ul mulka man tasya wa tu'izu man tasya wa tuzilu man tasya " Wahai Allah raja yang memiliki kerajaan, engkau berikan kekuasaan kepada yang engkau kehendaki dan engkau hinakan orang yang engkau kehendaki " Pada sisi ketiga tertulis " Kullu syai'in haalikun illallah " Artinya : Segala sesuatu akan musnah kecuali Allah. .
Dan pada sisi keempat tertulis " Tabarokta ilahiy laa syariika laka " Artinya : Maha suci engkau wahai Tuahanku yang tidak ada sekutu bagimu. Cincin tersebut memiliki cahaya yang bersinar yang apabila dikenakan maka akan berkumpul para jin, manusia, burung, angin, setan dan awan.di mana angin sebagai kendaraannya, Manusian dan Jin sebagai bala tentaranya, Burung sebagai pembantu dan teman bicaranya , Binatang buas sebagai pekerjanya, dan para Malaikat sebagai utusannya.
Beliau pernah berdoa
kepada Allah meminta kerajaan yang tidak pernah ada yang menyamai setelahnya.
sebagaimana firman Allah Swt : “ ia (
Sulaiman ) berkata: “ Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugrahkanlah kepadaku
kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya
Engkaulah Yang Maha Pemberi ” ( Q.S Shaad : 35 )
Adapun wasiat dan nasehat nabi Sulaiman As kepada umatnya “ Dasar bagi kehidupan yang aman dan bahagia terletak dalam iman kepada
Allah. Hidup manusia hanya dapat dipahami dalam hubungan dengan khaliknya,
karena Allah adalah pusat kehidupan itu sendiri. Mulut orang benar adalah mata
air kehidupan, tetapi kekerasan
meluap dari mulut orang fasik.Tangan yang malas akan membuat miskin,
tetapi tangan yang rajin menjadikan
kaya.
Lebih baik sedikit dengan kebenaran, daripada banyak
dengan ketidakadilan. Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang
lebah,manis bagi jiwa dan menyembuhkan tubuh. Hati yang bergembira adalah obat
yang baik,tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. Berkah ada diatas
kepala orang benar, tetapi kekerasan
meluap dari mulut orang fasik.
Orang bijaksana menimbun pengetahuan,tetapi mulut orang
bodoh dekat pada kehancuran. Buah orang benar adalah pohon kehidupan, dan
bijaksanalah orang yang memenangkan hati orang lain. Jauhilah orang bodoh
karena pada bibirnya tak kau temukan pengetahuan, Serahkanlah segala
perbuatanmu kepada Allah, maka rencanamu akan teguh “ .
Langganan:
Postingan (Atom)